Dedaunan berserakan dalam harmoni yang terus berubah Entah dengan alam atau berselimut ajal Kita akan selalu berharap apa yang tidak dapat dimiliki
Bau busuk ini sangatlah menyengat
Menembus hutan melalui dahan yang terkulai
Dedaunan berserakan dalam harmoni yang terus berubah
Entah dengan alam atau berselimut ajal
Kita akan selalu berharap apa yang tidak dapat dimiliki
Dan aku termasuk didalamnya
Terkubur lebih dalam
Karena selalu terpenjara asaku
Jiwaku terikat padamu
Teramat lama hingga luka kian bernanah
Aku kian gemetar mencari alasan dalam inginku
Laksana coretan kertas kusut di pojok ruang
Tumpukan kepergianmu selalu ada
Menumpuk menjadi bingkai kenangan
Melubangi pikiran dan mengggigit hati
Hari-hari tanpamu disudut sepiku
Kini menjadi tempat pemakamanmu
Satu makam dengan ribuan batu nisan
Monumen rinduku untukmu
Kini aku telah membatu
Terdiam dan mematung karenamu
Kulit kian kelabu
Tangan kian membeku
Mata kosong
Wajah memucat
Lilin telah padam
Asap mengepul menghalangi langit berbintang
Sebagian cahayaku telah mati
Mencarimu
Meski tahu kau telah pergi
Dan akupun tertidur dalam keheningan yang mengerikan
COMMENTS